9 Februari 2010

EKSISTENSI SANG BIJI

Ketika kuncup bunga mulai mekar.. .
Dia tak peduli bahwa mekar dirinya tak akan lama..
Hitungan hari atau bahkan hanya hitungan jam..
Tapi dia yakin.. .
Bahwa yang sebentar itu harus bermanfaat besar..
Ya..bermanfaat besar… .
Membentuk biji yang akan meneruskan keturunan
Kehidupan….
Terlepas dari bunga itu..
Indah dan harum atau tidak…



Berikutnya..
Giliran sang buah dan dagingnya..
Nasib dia pun sama dengan si bunga..
Dia berjuang mematangkan dirinya dari kecil hingga besar
Dari asam bahkan sepat menjadi manis dan enak…
Dia juga berjuang dari panas dan hujan, terik matahari,
Bahkan ia juga rela kalau dirinya dimakan oleh serangga
Pemakan buah, atau busuk dimakan ulat,.. .
atau diiris, dipotong dan dimakan oleh manusia
Atau terkoyak karena jatuh atau dilempari batu oleh manusia
Bahkan dia juga mempercantik dirinya agar semua tertarik
Pada dirinya dan tidak melukai atau mengganggu sang biji
---
Semua itu ia lakukan mati-matian demi satu hal yaitu eksistensi sang biji..
Dia tak peduli terkoyak, termakan, atau bahkan membusuk..asal sang biji selamat..
Ya selamat..
Karena diatas pengorbanannya untuk sang biji…Dia yakin
Kehidupan diri dan keturunannya akan berlanjut…


Kini giliran sang biji…
Dia merupakan kristalisasi dari nilai-nilai perjuangan dan pengorbanan sang bunga dan sang buah…
Maka dia menjadi biji yang matang, sempurna, kuat dan tahan lama, tahan hama, ..
Kini dia setelah sempurna menjadi biji dia benar-benar telah dewasa…
---
Setelah dia berpisah dari sang buah, mengering dan menua dia telah siap melanjutkan perjuangan dan kehidupan generasi sebelumnya..atau malah dalam rangka menyebarluaskan keturunan dia di berbagai tempat…
Ya menyebar luas ke berbergai tempat…
Untuk apa…?
Untuk memberikan kemanfaatan buat orang lain…Ya buat orang lain..
Agar dia lebih dikenal, diketahui, disenangi hingga dia menjadi primadona
Sehingga orang senang memelihara dia merawat dia membudidayakannya, ya..
Yang pasti memuliakan dirinya…
---

Bunga, daging, dan biji merupakan perumpamaan mengenai
Islam dalam diri kita dan pengorbanan kita kepada Islam itu sendiri..
--
Biji merupakan Islam dalam diri kita…
Eksistensinya tergantung pada kontribusi diri kita pada Islam itu sendiri..
--
Jika bunga dan daging buah kita tidak sempurna, kurang dan hanya sekedarnya..
Maka dipastikan tu biji juga tidak akan matang sempurna..
Jangankan disebarkan untuk tumbuh dan memberi manfaat buat orang lain…
Baru pada saat dia mengering, maka dia tidak akan pernah tumbuh lagi..karena dia tidak sempurna menjadi biji..malahan akan mati dan hancur..
--
Saudaraku..
Mari saling mendo’akan dan mengingatkan..Sudahkah bunga dan buah kita berkontribusi dengan benar..
--
Mohon Maaf dan Trimakasih..

ust. Sukihananto

http://www.facebook.com/home.php?#!/notes.php?subj=100000209264786 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ada masukan? Silakan Tulis disini, Thanks ^_^